Program Hamil Pt.1 – My First PROMIL

S__12664849

Hai semua, aku kembali setelah entah berapa lama ini absen menulis blog 🙂 karena sekarang aku rasa ada hal yang perlu aku share yang semoga berguna untuk semuanya. Yap ini mengenai program hamil ku. Hampir semua pasangan yang sudah menikah, pasti mendambakan keturunan. Tapi tidak semudah itu bagi kami, harus ada usaha dan do’a yang lebih hingga akhirnya berhasil hamil (kondisiku saat menulis ini sedang hamil 27 weeks). Oh ya, cerita promil ku ini cukup panjang, jadi akan aku bagi menjadi beberapa post cerita. Ini baru yang pertama, mari kita mulai…

Aku dan suami menikah pada 19 Februari 2017, hmmm berarti sudah hampir 3 tahun yang lalu ya hehe.. Kami pun tidak berencana menunda momongan sama sekali, dan langsung berusaha mendapatkannya dari awal-awal pernikahan.

S__12664848Singkat cerita, sekitar bulan September 2017 kami belum juga diberikan keturunan. Karena saat itu siklus menstruasi ku juga sangat berantakan akhirnya kami putuskan untuk periksa ke dokter, ya sekalian untuk minta program hamil juga hehe. Seberantakan itu siklus menstruasi ku semenjak menikah (bisa dilihat di gambar). Padahal asalnya siklus selalu teratur dengan panjang siklus 28 hari. Saat itu udah pernah ngalamin telat seminggu, 2 minggu, bahkan sampai 1 bulan gak haid. Tentunya dengan hasil testpack selalu negatif. Dari mulai nangis setiap testpack-nya negatif, sampe begitu test langsung dibuang aja tu testpack.

Akhirnya kami berangkatlah ke rumah sakit. Saat itu kami memilih RSIA Grha Bunda, karena lokasinya juga cukup dekat dari rumah dan banyak dokter obgyn dengan subspesialis fertility yang praktek disana. Oh ya kalau mau promil cari obgyn yang subspesialis fertility ya! Kami memilih dr. Anita Rachmawati, Sp.OG, (K Fer). Sebenernya banyak dokter obgyn fertility yang lebih terkenal, tapi kami punya preferensi untuk memilih dokter obgyn wanita, akhirnya jatuhlah pilihan pada beliau.

Masuk ke ruangan poli tempat dr. Anita praktek, dokternya ramah, keibuan, suka sih aku dari pertama. Langsunglah aku cerita soal keluhanku soal siklus menstruasi yang berantakan ini, dan langsung minta untuk program hamil. HAHAHA. Jangan sedih, disuruh pulang lagi 🙂 Kenapa? Untuk dr. Anita pribadi, beliau hanya baru menerima pasien untuk program hamil jika usia pernikahan sudah lebih dari 1 tahun atau usia istri sudah diatas 30 tahun. Masuk akal sih karena memang pasangan itu baru dinyatakan Infertilitas jika sudah satu tahun pernikahan belum juga dikaruniai keturunan tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Akhirnya kami pulang lagi, dan dr. Anita hanya berpesan untuk merubah lifestyle. Mulai hidup sehat, olahraga, dan kurangi makanan-makanan yang gak bagus. Semenjak itu, aku mulai rutin olahraga. Aku pilih Zumba saat itu. Karena kata dr. Anita olahraganya apa aja, asal rutin dan sekali olahraga itu minimal 30 menit. InsyaAllah dengan olahraga bisa mengembalikan siklus menstruasiku ke keadaan yang normal kembali.

Lalu tiba pada bulan Februari 2018, yap sudah setahun pernikahan, dan kami belum juga diberikan keturunan. Gak pake pikir panjang, langsung balik lagi lah ke dr. Anita hehehehe karena memang sudah sangat ngebet buat punya anak…. dan Alhamdulillah setelah rutin olahraga, siklus menstruasiku mulai stabil, meskipun jadi panjang sekitar 35-37 hari. Aku langsung ke RSIA Grha Bunda lagi pas haid hari ke-2 di bulan Februari 2018 itu. Oh ya kalau mau promil, ketemu dokter di hari ke-2 menstruasi ya.. karena saat itu pertumbuhan sel telur baru dimulai, kalau gak salah hehe. Pas dateng, aku di USG buat lihat kondisi aku, udah agak lupa apa aja yang dicek, yang jelas dilihat sel telurnya. USG nya transvaginal ya hehe jadi siap-siap buat kalian yang agak takut 😀

Setelah selesai dilakukan USG, aku dan suami diminta untuk menjalankan tes. Suami diminta tes Analisis Sperma dan aku tes Histerosalpingografi (HSG). Dokter hanya kasih surat pengantar aja, karena tesnya dilakukan di Laboratorium Klinik atau kalau ga salah bisa sih di RS Hasan Sadikin Bandung. Oh ya lupa cerita, lokasi aku di Bandung ya.. Tapi saat itu dr. Anita nyaranin buat tes di Laboratorium Klinik PRAMITA, karena disana HSG-nya bagus. Aku gak akan bercerita soal Analisis Sperma ya, aku bahas HSG-nya aja hehe. HSG dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi rahim aku, bentuknya, posisinya, apakah ada penyumbatan saluran telur, yang gitu-gitu lah. Simpelnya HSG itu rontgen rahim, cuma caranya huhu agak menyakitkan sih buat aku. Jadi kita berbaring di meja rontgen, terus dimasukan cairan ke rahim kita, terus di-rontgen deh. Rasanya sakit kaya lagi haid dan kita dikasih antibiotik & pain killer juga, jadi ya tau lah ya segimana “sakit” nya hehe..

Setelah hasilnya keluar, aku & suami kontrol lagi ke dr. Anita. Oh ya Alhamdulillah hasilnya bagus, gak bagus-bagus amat sih, cuma ya normal lah.. waktu itu kita cuma konsulin hasil aja, dan karena hasilnya bagus program hamil pun sudah bisa dimulai. Aku dikasih Asam Folat untuk dikonsumsi setiap hari dan kami disuruh kembali lagi di bulan Maret 2018 saat hari ke-2 haid.

Langsung ke bulan Maret 2018, waktu itu aku haid hari ke-2 langsung ketemu dr. Anita lagi. seperti biasa, pemeriksaannya cuma USG aku aja. Saat itu dilihat dinding rahim aku ketebalannya sudah bisa belum ya untuk dilakukan “promil”, dan alhamdulillah sudah bisa. Jadi aku langsung dikasih Provula, itu obat untuk menstimulasi sel telur gitu, diminumnya 2x sehari selama 5 hari dimulai saat hari ke-2 haid itu. Selain Provula, aku juga tetap konsumsi Asam Folat dan suami juga disuruh buat konsumsi Vitamin C dan Vitamin E. Kami disuruh kembali lagi di siklus hari ke-14.

Udah hari ke-14, kontrol lagi lah kita.. dilihat tuh aku di USG lagi, berhasil gak nih si Provula menstimulasi sel telur aku. Alhamdulillah hasilnya bagus dan udah siap dibuahi sekitar 2 hari lagi. Jadi saat kontrol yang itu aku dan suami dikasih arahan sama dr.Anita untuk harus kapan aja melakukan hubungan. Terus aku tanya sama dokter, “Jadi aku kontrol lagi kapan, dok?” dokternya jawab, “Ya nanti kalau hamil”.. huhuhuhu langsung nyes banget rasanya seneng dan terharu, dokternya seyakin itu..

Singkat cerita, udah di bulan April 2018 nih… dan aku uda04C01A8D-0490-42C1-896A-304D5A271BC3h terlambat haid 5 hari, kalau dihitung normal siklus 30 hari. Yaudah santai lah, kan biasanya juga 35 hari, tapi duh penasaran banget. akhirnya testpack lah, dan hasilnya Alhamdulillah akhirnya aku liat juga tu testpack garisnya ada 2 meskipun samar. Bener-bener gak sabar buat mastiin sampai 2 hari sekali testpack.

 

Lanjut ke post selanjutnya ya 🙂

One comment

Leave a Reply